Skip to main content

Day 2 - Pilih Satu dan Kenakan



    Dari milyaran jenis kebahagiaan di dunia, milikmu hari ini mungkin belum bertuan. Pilih satu, lalu kenakan. Jadikan sayap untuk membawamu terbang, zirah yang melindungimu dalam perang, atau sekedar pelukan untuk membuatmu tenang. Bahagia tidak pernah sulit dan rumit, karena ia hadir di setiap hari, menunggu untuk kamu ambil.

    Bahagiaku hari ini melihatmu datang. Sepeda motormu setia menemani, yang selalu kamu keluhkan sudah terlalu tua, tapi tak pernah protes barang sekata dibawa berkeliling oleh kita yang sedang kasmaran. Gadis lain akan menangis marah minta dijemput pakai sedan, yang lain merajuk karena kekasihnya tak jadi datang, yang lainnya lagi hanya bisa berkutat dengan ponsel mengutuki jarak dan waktu yang tak memungkinkan. Aku, tersenyum ketika memelukmu dari belakang, menempelkan dagu di bahumu sambil mendengar kamu bercerita, menggodamu lewat spion sambil tertawa. Meski terik matahari membakar dan udara disaput polusi kendaraan, aku memilih bahagia.

    Bahagiaku hari ini melihat orang tuaku tidur berpelukan. Ayahku mendengkur keras, tapi Ibu bahkan tidak berjengit meski tubuh mereka lekat. Kata Ibu, sudah kebal telinganya karena dua puluh tahun tidur bersama. Meski hingar bingar sepanjang malam, Ibu tetap cinta. Ibu tidur dengan mulut menganga. Saking pulasnya, sampai tak sadar liurnya membentuk sungai kecil di lengan Ayah. Kata Ayah, sudah bias matanya karena dua puluh tahun tidur bersama. Baginya, seperti apa pun pemandangan ketika membuka mata, permaisurinya adalah yang terindah di dunia. Aku sudah terlalu besar untuk menyusup di tengah, jadi hanya bisa memandang dengan sayang. Dua manusia yang paling kucinta di seantero semesta, tak pernah berkurang mesranya di setiap malam selama mereka bersama. Melihat mereka selalu membuatku bersyukur tanpa akhir. Meski tidak hidup tercurah uang, hidupku dibalut cinta, dan aku memilih bahagia.

    Bahagiaku hari ini melihat es durian di atas meja. Dari sahabatku, tanpa tendensi apa-apa. Iseng saja, kebetulan lewat depan rumah. Ini hanya segelas es berisi buah, untukmu. Untukku, ini namanya kejatuhan durian runtuh.

    Bahagiaku hari ini menemukan lagu bagus di internet. Bahagiaku hari ini dihadiahi nenek makanan favoritku. Bahagiaku hari ini membaca buku bagus tanpa gangguan. Bahagiaku hari ini berkumpul bersama teman-teman. Bahagiaku hari ini dikecup udara sejuk selepas hujan.

    Di belahan dunia lain, atau bahkan hanya dalam jarak serumah dari tempatku kini berada, ada mereka yang juga sedang bahagia dengan pilihan mereka. Bahagia melihat kucingnya berlari-lari mengejar bola, bahagia mendengar kabar kakaknya wisuda, bahagia menggendong bayi yang sedang tertidur lelap, bahagia akhirnya bisa terlelap tidur siang, bahagia bisa bersenandung sambil menyiram bunga.

    Bahagiamu hari ini tidak selalu harus mahal dan mewah. Bahagiamu hari ini tidak harus selalu rumit dan meriah. Bahagiamu bisa berbentuk apa saja, bisa hadir di mana saja. Bahagiamu adalah senyum, tawa, bahkan air mata. Apa yang membuat orang lain bahagia, belum tentu bisa juga membuatmu bahagia. Keunikan kita sebagai manusia menuntut perbedaan, jadi jangan berkaca pada orang. Karena seperti juga bahagiaku, bahagiamu pasti beragam.

    Di dunia yang penuh dengan ragam adegan dan peristiwa, pastikan bahagiamu bisa kamu pungut di sepanjang jalan yang kamu lalui ketika hari berganti hari. Pastikan kamu tak menanti untuk bisa bahagia. Pastikan kamu tak menggantungkan bahagiamu pada siapa pun. Kamu, adalah bahagiamu. 

    Sambut hari baru dengan berani. Buka matamu, dan hirup udara pagi. Lupakan hari kemarin, ceritamu siap digubah lagi hari ini. Bangkit dan cermati baik-baik. Selalu ada ribuan kebahagiaan bertebaran untukmu di setiap hari.

Kemudian, pilih satu dan kenakan.

Comments